Jalan Menuju Pusat Pemerintahan Kabupaten OI Terancam Putus, Kadin PUPR Klaim Karena Pembangunan Ini

INDERALAYA – Pesatnya pembangunan yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) sejak beberapa tahun terakhir menjadi penyebab utama jalan poros menuju pusat pemerintahan di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya terendam banjir.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas (Kadin) Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten OI, Ir H Muhsin Abdullah MT, saat dikonfirmasi usai mengikuti kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah tahun 2018 di gedung serbaguna KPT Tanjung Senai Inderalaya, Senin (19/3/2018).

Pesatnya pembangunan menjadi penyebab utama banjir yang melanda jalan menuju KPT Tanjung Senai Inderalaya, mengapa demikian?

Dijelaskan Kadis PUPR yang mengaku sudah belasan tahun menjabat sebagai Kepala Dinas, selama ini tidak pernah terjadi banjir yang tergolong begitu tinggi debit airnya.

“Ini baru pertama kali terjadi, kemungkinan penyebab banjir dampak dari pembangunan proyek Jalan Tol Palembang-Inderalaya dan pembangunan proyek tol Kapal Betung,” ujar Kepala Dinas PUPR OI seraya menyebut, belum lagi sekarang ini banyaknya penimbunan rawa yang dijadikan tempat tinggal.

Sehingga dikatakan Muhsin, usai dilakukan penimbunan, air yang semula berada ditempat asalnya seketika berlari dan menyebar, mencari dan menuju saluran-saluran dan tertampung ditempat yang lebih rendah disini (rawa lebak Tanjung Senai Inderalaya-red) dan menyebabkan banjir.

“Pembangunan jalan tol Palindra dan Kapal Betung ada sisi negatif dan sisi positifnya, sisi positifnya kita mendapatkan jalan.

Kemudian, sisi negatifnya, menyebabkan banjir,” kata Muhsin.

Solusi kedepan, pihaknya akan melakukan peninggian kembali badan jalan yang terendam air dengan ketinggian mencapai 80 centimeter.

“Solusi kedepan akan kita timbun lagi badan jalan yang terendam air dengan batas ketinggian maksimal air.

Awalnya, jalan yang sudah dibangun itu, lebih dari maksimal ketinggian air.

Kita tidak tahu, dengan adanya pembangunan jalan tol tadi menyebabkan jalan menuju KPT Tanjung Senai terendam banjir,” jelas Kepala PUPR OI.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga dari lima titik jalan pintas yang juga merupakan jalan alternarif (lingkar) menuju pusat pemerintahan KPT Tanjung Senai Inderalaya Kabupaten OI saat ini tak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.

Debit air saat ini mencapai ketinggian 80 centimeter atau setinggi paha orang dewasa.

Untuk sementara, pemerintah setempat mulai melakukan penutupan terhadap tiga titik jalan yang terendam banjir sembari menempatkan para petugas Dishub.

Sementara, para ASN yang biasa bertugas di kantor SKPD yang ada di KPT Tanjung Senai Inderalaya, terpaksa harus melalui satu-satunya jalur pintas yang dapat ditempuh dengan waktu yang cukup lama, lebih kurang 30 menit mengitari kawasan Desa Tebing Gerinting Inderalaya Selatan-Desa Tanjung Sejaro.

Menurut Rian (37), seorang ASN yang sehari-hari bertugas di SKPD PUPR Pemda OI mengeluhkan kondisi banjir.

“Ya, kalau banjir begini, bekerja tidak efektif.

Jadi, kita terpaksa melalui jalur pintas yang dapat menempuh jarak tempuh yang cukup lama,” keluh Rian.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *