POLRES OGAN ILIR MENGGELAR GIAT APEL BERSAMA SATGAS ANTI KARHUTLA KABUPATEN OGAN ILIR 2018

Ogan IlIr – Antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah kabupaten Ogan Ilir (OI), Kapolres Ogan Ilir (OI) AKBP Gazali Ahmad SIK MH menggelar Apel Satgas Anti Karhutla.

Kegiatan berlangsung di halamam Mapolres OI, Rabu (28/3). Digelarnya apel tersebut guna melihat sejauh mana kesiapan seluruh anggota yang terlibat langsung dalam memadamkan api yang terdiri dari manggala Agni KLH, BPBD, anggota Polri dan seluruh anggota lainnya yang terlibat langsung dalam tugas ini.

“Kita menggelar apel ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kesiapan anggota satgas baik itu prasarana dan kesigapan anggota dalam memadamkan api, yang nantinya digunakan dalam mengantisipasi karhutlah seperti mobil pemadam api sampai prasarana tradisional seperti sapu yang biasa di gunakan anggota satgas dalam memadamkan api,”

Menurut Kapolres, semuanya berjalan dengan baik dan lancar dari pengecekan sarana dan prasarana  pemadaman api milik BPBD, MANGGALA AGNI, dan pihak POLRI berfungsi dengan baik ,  dengan ini artinya semua anggota yang terlibat dalam mengantisipasi karhutlah sudah siap untuk menjalankan tugas dan fungsinya. Anggota yang terlibat dalam antisipasi karhutlah ini terdiri dari unsur TNI, POLRI,  MANGGALA AGNI, BPBD dan petugas DAMKAR Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolres OI, AKBP Gazali Ahmad menjelaskan, di awal tahun 2018 ini sudah ada dua titik api di wilayah Kabupaten OI yang sudah terjadi kebakaran lahan antara lain yakni di Kecamatan Pemulutan dan Kecamatan Indralaya. Dua wilayah ini, kita akan antisipasi terus karena dua wilayah ini rawan kebakaran. Dari prediksi BMKG titik hotspot kabaran di wilayah Kabupaten OI ini akan lebih meningkat di tahun 2018 dibandingkan tahun lalu. Dan ini akan kita antisipasti betul semua yang terlibat dalam anti karhutlah ini. Tidak lama lagi akan ada penyelenggaraan Asian Games dan kita harus menjaga benar  dalam mensukseskan Asian Games ini, diujung amanatnya Kapolres Ogan Ilir menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi melakukan pembakaran pada saat  membuka lahan perkebunan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *